Sertifikasi
TI menunjukkan para Professional Teknologi Informasi memiliki pengetahuan dan
kompetensi yang dapat dibuktikan. Sertifikasi TI juga memberikan keunggulan
bersaing bagi perusahaan, khususnya dalam pasar global karena kemampuan dan
pengetahuan Profesional Teknologi Informasi dan Telekomunikasi telah diuji dan
di dokumentasikan.
Dalam
penggunaan Teknologi Informasi selain para professional memiliki sertifikasi
TI, namun juga diperlukan kode etik. Kode etik adalah konsekuensi alamiah
realisasi komitmen yang mewarisi keamanan penggunaan teknologi komputer
(informasi) baik sektor publik dan swasta. Ada kebutuhan paralel bagi
profesionalisme pada bagian pengguna sistem komputer, dalam terminologi
tanggung jawab mereka untuk beroperasi secara legal dengan respek penuh dalam
urutan yang benar. User harus dibuat sadar terhadap resiko operasi ketika
sistem sedang digunakan atau diinstal, mereka memiliki tanggung jawab untuk mengidentifikasi
dan mengejar penyelewengan dalam hal keamanan. Ini akan memberikan sikap etis
dalam komunitas pengguna.
Dalam
prakteknya, kode etik di dalam penggunaan teknologi informasi berhubungan
dengan aspek kemanan. Aspek keamanan biasanya seringkali ditinjau dari 3 hal,
yaitu confidentiality, integrity, dan availability. Biasanya ketiga aspek ini
sering disingkat menjadi CIA.
Pengertian dan Prinsip
Integrity, confidentiality, dan availability
Secara
umum, pengertian integrity, confidentiality, dan availability adalah sebagai
berikut:
- Integrity atau Integritas adalah
pencegahan terhadap kemungkinan amandemen atau penghapusan informasi oleh
mereka yang tidak berhak. Secara umum maka integritas ini berarti bahwa
informasi yang tepat, memang tepat dimana-mana dalam sistem – atau mengikuti
istilah “messaging” – tidak terjadi cacad maupun terhapus dalam perjalananya
dari penyaji kepada para penerima yang berhak.
- Confidentiality atau kerahasiaan adalah
pencegahan bagi mereka yang tidak berkepen-tingan dapat mencapai informasi .
Secara umum dapat disebutkan bahwa kerahasiaan mengandung makna bahwa informasi
yang tepat terakses oleh mereka yang berhak ( dan bukan orang lain), sama
analoginya dengan e-mail maupun data-data perdagangan dari perusahaan.
- Availability atau ketersediaan adalah
upaya pencegahan ditahannya informasi atau sumber daya terkait oleh mereka yang
tidak berhak. Secara umum maka makna yang dikandung adalah bahwa informasi yang
tepat dapat diakses bila dibutuhkan oleh siapapun yang memiliki legitimasi
untuk tujuan ini. Berkaitan dengan “messaging system” maka pesan itu harus
dapat dibaca oleh siapapun yang dialamatkan atau yang diarahkan, sewaktu mereka
ingin membacanya.
Ada 3 hal pokok yang
merupakan fungsi dari kode etik profesi :
1. Kode
etik profesi memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip
profesionalitas yang digariskan.
2. Kode
etik profesi merupakan sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang
bersangkutan (kalangan sosial).
3. Kode
etik profesi mencegah campur tangan pihak diluar organisasi profesi tentang
hubungan etika dalam keanggotaan profesi.
Ada 8 hal pokok yang
merupakan prinsip dasar dari kode etik profesi :
1. Prinsip
Standar Teknis.
2. Prinsip
Kompetensi.
3. Prinsip
Tanggung Jawab Profesi.
4. Prinsip
Kepentingan Publik.
5. Prinsip
Integritas.
6. Prinsip
Objektivitas.
7. Prinsip
Kerahasiaan.
8. Prinsip
Perilaku Profesional.
Contoh Kode Etik Dalam
Penggunaan Fasilitas Internet di Kantor
Berikut adalah contoh
kode etik penggunaan internet dikantor :
- Menghindari penggunaaan fasilitas
internet diluar keperluan kantor atau untuk kepentingan sendiri.
- Tidak menggunakan internet untuk
mempublikasi atau bertukar informasi internal kantor kepada pihak
luar secara ilegal.
- Tidak melakukan kegiatan pirating,
hacking atau cracking terhadap fasilitas internet kantor.
- Mematuhi peraturan yang ditetapkan
oleh kantor dalam penggunaan fasilitas internet.
Manfaat Kode Etik Perusahaan :
1. Kode Etik dapat meningkatkan kredibilitas suatu perusahaan, karena etika
telah dijadikan sebagai corporate culture. Hal ini terutama penting bagi
perusahaan besar yang karyawannya tidak semuanya saling mengenal satu sama
lainnya. Dengan adanya kode etik, secara intern semua karyawan terikat dengan
standard etis yang sama, sehingga akan mengambil kebijakan/keputusan yang sama
terhadap kasus sejenis yang timbul.
2. Kode Etik, dapat membantu menghilangkan grey area (kawasan kelabu) dibidang
etika. (penerimaan komisi, penggunaan tenaga kerja anak, kewajiban perusahaan
dalam melindungi lingkungan hidup).
3. Kode etik menjelaskan bagaimana perusahaan menilai tanggung jawab
sosialnya.
4. Kode Etik, menyediakan bagi perusahaan dan dunia bisnis pada umumnya,
kemungkinan untuk mengatur diri sendiri (self regulation).
Keuntungan
Sertifikasi :
1. membuka lebih banyak
kesempatan pekerjaan
2. meningkatkan
kredibilitas seorang profesional TI di mata pemberi kerja
3. mengukur kemampuan
teknis
4. memiliki rasa
kepercayaan diri yang lebih tinggi terkait dengan keterampilan yang dimilikinya
5. mampu meningkatkan
kompetensi Anda dengan tenaga-tenaga TI dari manca Negara
6. membantu Anda
meningkatkan posisi dan reputasi bagi yang sudah bekerja.
Kesimpulan:
Dengan adanya
sertifikasi keahlian dan praktek kode etik dalam TI maka dapat menguntungkan bagi
berbagai pihak, baik untuk perusahaan maupun seorang profesional TI. Sertifikasi
keahlian bertujuan untuk Membentuk tenaga praktisi TI yang berkualitas tinggi
dan membentuk standar kerja TI yang tinggi. Praktek kode etik profesi memberikan pedoman bagi setiap
anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan. Maksudnya
bahwa dengan kode etik profesi, pelaksana profesi mampu mengetahui suatu hal
yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan.
Sumber :